Tentang LDII

SEJARAH

LDII adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, merupakan organisasi kemasyarakatan yang resmi dan legal yang mengikuti ketentuan UU No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaannya meliputi PP No. 18 tahun 1986 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1986.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Program kerja dan pengurus mulai dari tingkat Pusat sampai dengan tingkat Desa. LDII sudah tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Departemen Dalam Negeri.

Berdirinya organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mulai didirikan pada tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Karyawan Islam (YAKARI).

Pada musyawaroh besar (MUBES) YAKARI tahun 1981, nama YAKARI diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI).

Pada musyawaroh besar (MUBES) LEMKARI tahun 1990, sesuai dengan arahan Jendral Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) waktu itu, nama LEMKARI yang sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia, diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Dari data-data tersebut bahwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) adalah suatu organisasi yang betul-betul resmi dan legal diakui oleh pemerintah yang sah mengikuti peraturan pemerintah nomor. 18 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan.

MOTTO LDII – ada 5 (lima) motto, berdasarkan Keputusan Munas IX LDII Tahun 2021, Nomor: KEP-6/MUNAS-IX/IV/2021 tentang Aanggatan Dasar dan Anggaran Rumah tangga LDII Tahun 2021-2026 tertanggal 8 April 2021, yaitu:

(1) Q.S. Yūsuf (12) Ayat 108:

قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗعَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ… ۗ١٠٨
“Katakanlah Muhammad, inilah jalan (agamaku),
aku dan orang–orang yang mengikutiku
mengajak (manusia) ke jalan Allah dengan hujjah yang nyata….”

(2) Q.S. al-Naḥl (16) Ayat 125:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ ….الآية ١٢٥ا
“Serulah (semua manusia) kepada jalannya Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik,
dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik”

(3) Q.S. Ali ‘Imrān [3] Ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ١٠٤
“Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan
dan menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar,
mereka itulah orang-orang yang beruntung”

(4) QS. al-An‘ām (6) Ayat 135:

قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌۚ …. الآية ١٣٥
Katakanlah Muhammad), Wahai kaumku beramallah kamu sekalian
atas tempat kamu sekalian (semaksimal kemampianmu),
sesungguhnya aku orang yang beramal….”

(5) QS. al-Baqarah (2) Ayat 139:

قُلْ اَتُحَاجُّوْنَنَا فِى اللّٰهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْۚ وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُخْلِصُوْنَ ۙ١٣٩
Katakanlah Muhammad, apakah kalian membantah kepadaku dalam urusan Allah,
sedangkan Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian,
dan bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian,
dan kami adalah orang-orang yang Mukhlis kepada Allah.