LDII Tawarkan Solusi Tangani Sampah di Akhir Tahun

|

92 Views

Oleh. Bambang Supriadi
Pengurus Biro Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPW LDII Nusa Tenggara Barat.

Pergantian tahun sejatinya merupakan momen untuk muhasabah, di mana manusia sejenak berhenti untuk merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui dan menyusun niat untuk menyongsong hari esok yang lebih baik. Dalam pandangan keimanan, pergantian waktu bukan hanya sekadar perubahan angka pada kalender, tetapi juga pengingat bahwa usia terus berkurang dan amanah sebagai khalifah di bumi terus berlangsung. Namun, dalam praktik kehidupan modern, makna pergantian tahun sering kali bergeser.

Malam tahun baru lebih sering dipahami sebagai perayaan euforia dan hiburan semata. Tanpa disadari, cara merayakan waktu justru menimbulkan persoalan baru, salah satunya adalah meningkatnya timbulan sampah yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pergantian Tahun dan Tantangan Sampah Nasional

Di berbagai daerah, malam tahun baru dirayakan dengan kembang api, pesta makanan, dan keramaian di ruang publik. Namun, di balik kemeriahan tersebut, masalah lonjakan sampah hampir selalu menyertai. Sampah plastik sekali pakai, botol minuman, sisa makanan, hingga atribut pesta menjadi pemandangan yang berulang setiap awal tahun.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara konsisten mencatat bahwa hari besar, libur panjang, dan perayaan massal merupakan penyumbang signifikan terhadap peningkatan timbulan sampah, terutama di daerah perkotaan dan kawasan wisata. Dalam salah satu pernyataannya, KLHK menegaskan bahwa pengendalian sampah yang paling efektif harus dimulai dari hulu, yaitu dengan mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi konsumsi dan membatasi penggunaan produk sekali pakai.

Data Menunjukkan: Peningkatan Sampah Tahun Baru

Lonjakan volume sampah pada malam tahun baru bukanlah sekadar dugaan. Di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa timbulan sampah pada malam tahun baru 2025 mencapai sekitar 132 ton dan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya lokasi keramaian.

Secara nasional, data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa total timbulan sampah di Indonesia mencapai puluhan juta ton setiap tahunnya, dengan sekitar 66 persen di antaranya belum dikelola secara efektif. Situasi ini menambah beban pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang sebagian besar masih menggunakan sistem pembuangan terbuka. Fakta ini menegaskan bahwa masalah sampah adalah tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kebijakan dan teknologi, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku kolektif.

LDII dan Pilihan Sadar Menyambut Tahun Baru

Di tengah perayaan yang cenderung bersifat konsumtif, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memilih untuk mengambil pendekatan yang berbeda. Melalui pengajian akhir tahun, LDII menawarkan alternatif kegiatan yang lebih bermakna, teratur, dan ramah lingkungan.

Pengajian akhir tahun tidak hanya dipahami sebagai rutinitas keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk muhasabah, evaluasi diri, penguatan nilai ibadah dan akhlak, serta kontribusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah. Tanpa perayaan yang berlebihan, tanpa trompet plastik, petasan, atau konsumsi yang menghasilkan limbah besar, kegiatan ini menjadi contoh bahwa perayaan tidak harus identik dengan pemborosan.

Pengajian Akhir Tahun dan Pengurangan Sampah dari Hulu

Jika diteliti lebih dalam, pengajian akhir tahun LDII secara langsung menerapkan prinsip pengurangan dalam konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Praktik ini terlihat dari tidak digunakannya atribut pesta sekali pakai, konsumsi yang sederhana dan terkontrol, serta kedisiplinan jamaah dalam menjaga kebersihan lokasi kegiatan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa LDII tidak hanya berdakwah melalui lisan, tetapi juga melalui keteladanan perilaku (dakwah bil hal). Sampah tidak hanya dikurangi setelah menumpuk, tetapi dicegah sejak awal. Pendekatan berbasis nilai dan komunitas semacam ini terbukti lebih efektif dalam mengubah perilaku dibandingkan dengan pendekatan sanksi semata.

Nilai Keagamaan sebagai Fondasi Kepedulian Lingkungan

Prinsip menjaga lingkungan sejatinya sejalan dengan ajaran agama. Kerusakan lingkungan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan teknologi, tetapi juga oleh cara pandang manusia terhadap alam. Ketika kesenangan sesaat ditempatkan di atas tanggung jawab, sampah menjadi konsekuensi logis. Sebaliknya, ketika perayaan dimaknai sebagai refleksi dan pengendalian diri, dampak lingkungan dapat ditekan.

Ajaran tentang manusia sebagai khalifah di bumi menegaskan bahwa merusak lingkungan berarti mengingkari amanah. Melalui pengajian akhir tahun, LDII menanamkan nilai kesederhanaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab ekologis kepada warganya secara konsisten.

Kontribusi LDII terhadap Agenda Lingkungan Nasional

Apa yang dilakukan oleh LDII sejalan dengan agenda nasional untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Dengan basis massa yang besar dan struktur organisasi yang teratur hingga tingkat bawah, LDII memiliki potensi strategis sebagai mitra pemerintah dalam edukasi dan pengendalian sampah berbasis komunitas.

Dalam konteks ini, peran Departemen Litbang, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) LDII menjadi sangat penting. LISDAL berfungsi sebagai penggerak kesadaran agar nilai-nilai keimanan tercermin dalam perilaku ramah lingkungan melalui edukasi, pembiasaan, dan keteladanan dalam setiap aktivitas warga.

Di tengah krisis sampah yang semakin nyata, Indonesia membutuhkan lebih banyak teladan, bukan sekadar imbauan. LDII menunjukkan bahwa perubahan perilaku itu mungkin dan dapat dimulai dari komunitas sendiri.

Pengajian akhir tahun bukan hanya memperkuat iman dan akhlak, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Masa depan yang bersih tidak lahir dari perayaan yang meriah, melainkan dari pilihan hidup yang sadar, disiplin, dan bertanggung jawab. Merayakan pergantian tahun tanpa mengorbankan bumi adalah pilihan yang nyata, dan LDII telah memulainya.

Bukankah hal ini memang menjadi harapan kita semua?

Irvan Avatar

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *